AKU KAN BERSUKACITA MENGANGKAT PANJIKU MERAYAKAN HARI PEKABARAN INJIL KE 170 TAHUN , 05 FEBRUARI 2025.
Ketika itu, 5 Februari 1855, tatkala memasuki teluk Doreri dan labuhan sauh kapal bersandar di pulau Mansinam. Kehadiran mereka di sambut alam lewat pancaran sinar terang matahari di atas pegunungan Arfak, Geissler pun berkata, "Betapa indahnya negeri ini disinari terang mentari pagi. Semoga terang matahari yang sesungguhnya yaitu Yesus Kristus akan menyinari seluruh negeri ini".
Dan tanah kami ini ketika tertentu di buka bagi Firman Terang dan Hidup mu.Dari sukacitanya hatiku mengaminkan keputusan para tua - tua gereja yang mengikuti Paulus dan besaksi:"Dahulu kami gelap tetapi sekarang kami terang oleh Injil karena itu kami akan hidup sebagai anak - anak terang yang bersandar pada Injil sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan".Dan di atas landasannya aku kan bersatu hati dengan para zendeling untuk berkata pada dunia, "Barangsiapa menyebut Papua berarti menyebut Injil".
Aku sadar, 170 Tahun Injil menerangi negeri telah mengubah aku dari yang kafir menjadi manusia Papua berperadaban maju diatas Kasih dan Persatuan.
.jpg)
0 Comments
Tinggalkan Komentar di sini