Advertisement

Responsive Advertisement

 

“74 Tahun TEOFANI : Iman yang Mengakar,Harapan yang Berkobar”

Makna TEOFANI bagi Orang Ayamaru,Aitinyo,Aifat (A3) Maybrat yaitu sebagai berikut :

Ø Teofani berasal dari Bahasa Yunani theos (Allah) dan Phaino (Menyatakan diri) artinya “Penampakan Allah dalam Sejarah manusia”.




Bagi suku A3 Maybrat,Teofani bukan sekedar peristiwa Iman,tetapi titik balik Sejarah Rohani,ketika Allah menampakan kasih dan terang-Nya melalui karya keselamatan dan transformasi kehidupan Masyarakat. Sejarah Teofani 21 Oktober 1951 adalah hari bersejarah Ketika injil dan terang Kristus mulai menyentuh bumi A3 Maybrat sebagai tonggak awal kebangkitan Iman,Pendidikan,identitas budaya dan peradaban baru yang dikenal sebagai “Hari Allah menyatakan diri bagi Orang A3”. Sebelum Teofani pra – 1951 masyarakat hidup dalam tradisi adat dan spiritual local,maybrat masih gelap oleh ketidak tahuan Injil,namun kaya akan nilai gotong royong dan kearifan local. Peristiwa Teofani 1951 Allah menyatakan kasih-Nya melalui para utusan Injil dan Tokoh iman local Tanah Papua yaitu Bapak Ruben Rumbiak menjadi simbol kesetiaan dan ketaatan Iman atau figur pembawa terang dalam kegelapan, Ruben Rumbiak bukan yang pertama menginjak kaki di Bumi A3 tetapi ada utusan pewarta injil dan Tokoh Pendidikan yang lebih awal menerobos ke Bumi A3 untuk menyampaikan tentang injil keselamatan. Teofani menjadi momentum kebangkitan iman dan pembentukan jati diri Rohani suku A3. Paska Teofani 1951 sampai kini yaitu Pendidikan,Kesehatan,dan pelayanan gereja berkembang,lahir generasi baru yang mengenal Allah dan berpendidikan,gereja menjadi pusat pembinaan iman,moral dan social, lahirlah generasi cerdas, pemimpin,dan pembagun di Tanah New Guinea.

Hari ini kita menatap Kembali satu tonggak Sejarah Rohani yang sangat berharga 21 oktober 1951. Sebuah tanggal yang tidak sekedar tercatat di kalender gerejawi, tetapi hidup dalam nadi Sejarah orang A3 Maybrat. Pada hari itulah, TEOFANI terjadi Allah menyatakan diri-Nya kepada umat A3 melalui Cahaya Injil dan kasih yang mengubah wajah kehidupan Masyarakat. kata Teofani berasal dari Bahasa Yunani : Theos berarti Allah, dan Phaino berarti menampakan diri. Artinya peristiwa Teofani Adalah Ketika Allah berinisiatif menampakan kasih dan kuasa-Nya dalam Sejarah manusia. Namun bagi suku A3, Teofani bukan hanya sebuah istilah teologis, melainkan pengalaman nyata  saat terang Allah menerobos kegelapan,dan firman-Nya menembus hutan Maybrat yang dulu sunyi dalam ketidak tahuan iman.

Sebelum tahun 1951 masyarakat A3 hidup dengan kepercayaan tradisional,memegang adat dan kearifan local yang mengatur keseimbagan hidup,namun dalam semua itu masih ada kekosongan spiritual belum mengenal Sang sumber terang yang sejati. Ketika utusan injil datang,Bersama dengan Tokoh-tokoh iman local seperti Ruben Rumbiak,sebuah babak baru dimulai. Allah menyatakan diri-Nya di Tanah A3 bukan melalui Guntur dan petir, tetapi melalui kasih,Pendidikan,pelayananan,dan kesetiaan dalam pengabdian.

Pesan Ilahi Hamba Tuhan Ruben Rumbiak  bahwa generasi A3 Ayamaru,Aitinyo dan Aifat di panggil menjadi manusia pembagunan di Tanah New Guinea,berlandaskan Iman dan Kasih Kristus, dan doa Syukur yang di panjatkan kepada Allah sang pencipta bahwa pemuda-pemudi dari Ayamaru,Aitinyo dan Aifat (A3) dalam kurun waktu 10,15,25 hingga 30 tahun kedepan akan menjadi generasi penerus yang berperan membagun daerah dan bangsa.

Pesan Rohani juga disampaikan kepada para hamba Tuhan yaitu Abraham Kambuaya,Simon Isir,Piter Howay,Markus Solossa,dan Habel Tamunete, agar senantiasa memelihara kesatuan,kerendahan hati,Kasih,dan kehormatan kepada sesama manusia.

 

Post a Comment

0 Comments