2.057 Jemaat GKI Di Tanah
Papua Rayakan HDS PKB
Dengan penuh syukur Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI di Tanah Papua merayakan kasih dan penyertaan Tuhan atas kehidupan keluarga serta persekutuan. Pada momentum yang penuh sukacita ini, kurang lebih 2.057 jemaat GKI di Tanah Papua mengambil bagian dalam Perayaan Hari Doa Syukur (HDS) PKB yang dirayakan secara serentak. Salah satu jemaat yang turut merayakan momen ini adalah Jemaat GKI Paulus Soroan, yang melaksanakan ibadah syukur pada Sabtu, 22 November 2025.
Ibadah HDS PKB dipimpin oleh Pdt. Carolina M. Lulu, S.Th,
yang menyampaikan khotbah serentak dari Sinode GKI di Tanah Papua. Firman Tuhan
diambil dari 1 Timotius 5:1-2, dengan tema sentral:
“BAPAK YANG SEHATI DALAM KELUARGA”
dan subtema:
“BAPAK YANG TAKUT AKAN TUHAN, HIDUPNYA SEHATI DALAM
KELUARGA.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Carolina mengajak kaum Bapak untuk bersyukur karena Tuhan tetap menjaga hidup dan keluarga di tengah berbagai tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa Tuhan menempatkan kaum Bapak sebagai pemimpin, pelindung, dan teladan dalam keluarga—bukan sekadar posisi, tetapi panggilan rohani.
Pdt. Carolina menjelaskan bahwa dalam surat pastoral Rasul
Paulus kepada Timotius, Paulus menasihati Timotius—yang masih muda—agar
bertindak dewasa dan mampu memperlakukan setiap orang dalam jemaat dengan
benar. Timotius adalah anak rohani Paulus, yang dipersiapkan sebagai kader
penerus pemberitaan Injil dan misi Kerajaan Allah. Karena itu, sekalipun muda,
Timotius dituntut untuk dewasa dalam Kristus, terutama dalam tanggung jawab
kepemimpinannya.
Dari pembacaan Alkitab ini, terdapat nilai moral yang
penting bagi kaum Bapak: sikap hati, penghormatan, keteladanan, dan relasi yang
benar dalam keluarga maupun persekutuan. Bicara tentang PKB berarti berbicara
tentang imam dalam keluarga, sehingga kualitas hidup seorang Bapak sangat
menentukan arah keluarga.
Pdt. Carolina menyampaikan lima poin penting bagi kaum
Bapak:
Bapak yang takut Tuhan adalah bapak yang menjaga sikap hati.
Bapak yang sehati dalam keluarga menjadi teladan yang
disertai integritas.
Bapak yang takut Tuhan menjaga hubungan dan relasi dalam
keluarga.
Kaum Bapak yang sehati membangun relasi yang baik dalam
keluarga.
Bapak yang takut akan Tuhan membawa keluarganya berjalan
menuju keselamatan.
Melalui momentum Hari Doa Syukur ini, PKB Jemaat GKI Paulus
Soroan diajak untuk terus berubah, bertumbuh, dan menjadi imam yang baik di
tengah keluarga, sehingga hidup mereka menjadi saluran berkat bagi keluarga,
jemaat, dan lingkungan sekitar.




0 Comments
Tinggalkan Komentar di sini