Advertisement

Responsive Advertisement

Allah yang Peduli dengan Masa Depan Kita

 

Ibadah Tahun Baru yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Januari 2026 di Gereja GKI Paulus Soroan, Klasis Ayamaru, dipimpin oleh Ketua PHMJ, Pdt. Carolina M. Lulu, S.Th. menjadi awal yang penuh makna dalam memasuki tahun yang baru.

 


Tahun 2026 ditetapkan sebagai Tahun Kepedulian bagi Gereja Kristen Injili di Tanah Papua. Tahun kepedulian ini berarti bahwa sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2026, seluruh warga GKI diarahkan untuk memberi perhatian dan tindakan nyata melalui kasih kepada pihak-pihak yang terpinggirkan dan terabaikan, serta kepada alam ciptaan Tuhan. Kepedulian bukan hanya menjadi tema, tetapi gerakan iman yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tahun baru sering menjadi momen refleksi dan harapan. Ketika kita menoleh ke belakang perjalanan hidup yang telah kita lalui, kita diingatkan betapa baik dan setianya Tuhan dalam tahun yang lalu. Pada saat yang sama, kita melangkah ke tahun yang baru dengan keyakinan bahwa Tuhan yang sama, yang menuntun kita di masa lalu, adalah Tuhan yang juga menyertai kita hari ini dan di masa depan. Inilah refleksi iman kita: Tuhan dahulu, sekarang, dan selamanya tidak pernah berubah.

 


Firman Tuhan yang dibacakan terdapat dalam Kejadian 8:1–22. Perikop ini mengisahkan bagaimana Allah mendatangkan hukuman atas bumi akibat dosa dan kejahatan manusia. Air bah melanda bumi selama 40 hari 40 malam, bahkan air berkuasa selama 150 hari, sehingga Nuh bersama keluarganya harus tinggal di dalam bahtera. Peristiwa ini menyatakan dengan jelas bahwa Allah tidak menghendaki ciptaan-Nya dipenuhi oleh dosa dan kejahatan.

 

Ketika Allah melihat bahwa dosa dan kejahatan telah menguasai kehidupan manusia, Ia bertindak dengan kedaulatan-Nya. Allah berhak menghukum, tetapi pada saat yang sama Ia juga memelihara dan menyelamatkan mereka yang hidup benar di hadapan-Nya. Melalui Nuh, kita belajar bahwa Allah tetap peduli pada masa depan ciptaan-Nya.

 


Memasuki tahun 2026 sebagai Tahun Kepedulian, setiap keluarga Kristen diajak untuk membangun mezbah keluarga, meninggalkan dosa dan kejahatan, serta hidup dalam takut akan Tuhan. Kita dipanggil untuk berjalan di dalam terang Tuhan, sebab hidup yang takut akan Tuhan adalah hidup yang diberkati dan dipelihara oleh-Nya.

 

Kiranya di tahun yang baru ini, kita sungguh-sungguh mengalami Allah yang peduli dengan masa depan kita, dan melalui hidup kita, kepedulian Allah itu nyata bagi sesama dan seluruh ciptaan.

Post a Comment

0 Comments