Ibadah pembukaan tahun ajaran 2025/2026 bagi TK PAUD, SD, dan SMP YPK Paulus Soroan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 09.00 WIT, bertempat di Gedung Gereja GKI Paulus Soroan.
Ibadah ini dihadiri oleh anak-anak sekolah, dewan guru, serta orang tua murid sebagai bentuk penyerahan awal seluruh proses belajar mengajar ke dalam tuntunan Tuhan. Ibadah dipimpin oleh Ketua PHMJ GKI Paulus Soroan, Pdt. Carolina M. Lulu, S.Th. Firman Tuhan dibacakan dari Kitab Kejadian 14:17–24, dengan tema dari Sinode GKI di Tanah Papua, yaitu “Peduli seperti Abram dan Melkisedek.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Carolina M. Lulu, S.Th menekankan
peristiwa pertemuan Abram dengan dua raja setelah kemenangannya, yakni Raja
Sodom (Bera) dan Melkisedek, Raja Salem sekaligus Imam Allah Yang Mahatinggi.
Dari peristiwa ini, jemaat diajak untuk belajar tentang pilihan iman Abram yang
menolak tawaran duniawi Raja Sodom agar kemuliaan tidak diarahkan kepada
manusia atau kekuatan dunia, melainkan kepada Tuhan sebagai satu-satunya sumber
berkat.
Sebaliknya, Abram menerima berkat dari Melkisedek sebagai wujud penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, serta memberikan persepuluhan sebagai tanda syukur dan pengakuan atas kedaulatan Allah. Inti dari pesan Firman Tuhan adalah memilih sumber berkat yang benar, yaitu Tuhan, serta hidup menjadi berkat bagi sesama, sebagaimana Melkisedek telah menjadi berkat bagi Abram.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kepedulian tidak cukup hanya
diucapkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Lembaga YPK di Tanah Papua diharapkan memiliki karakter Kristus, dengan memulai
setiap aktivitas dengan Tuhan dan mengakhirinya dengan Tuhan. Prestasi,
kecerdasan, dan kepandaian merupakan hal penting, namun semuanya harus
ditempatkan setelah Tuhan.
Penegasan ini dikuatkan dengan Firman Tuhan dalam Amsal 1:7, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.” Oleh sebab itu, seluruh proses pendidikan di lingkungan YPK, khususnya di tengah jemaat GKI Paulus Soroan, diharapkan menjadikan Tuhan sebagai yang terutama dalam seluruh kegiatan belajar mengajar.
Ibadah pembukaan ini menjadi momen penting untuk meneguhkan
komitmen bersama antara sekolah, gereja, guru, orang tua, dan peserta didik
agar tahun ajaran yang baru berjalan dalam tuntunan dan berkat Tuhan.



0 Comments
Tinggalkan Komentar di sini