Advertisement

Responsive Advertisement

In Gottes Namen Betrachten Wir Das Land

 

Di pasir Mansinam,

ombak pertama menjadi saksi,

ketika doa turun lebih dulu

sebelum kaki menjejak bumi Papua.

 

Ottow dan Geissler,

dua rasul dengan hati menyala,

membawa salib, bukan pedang,

membawa kasih, bukan kuasa.

Tahun berganti abad,

hutan, gunung, dan lembah bersuara,

Injil bertumbuh di nadi orang Papua,

menjadi nyanyian hidup di tanah ini.

 

Seratus tujuh puluh Satu tahun berlalu,

air mata berubah menjadi harapan,

gelap diterangi terang firman,

luka dipeluk oleh kasih Tuhan.

 

Wahai Tanah Papua,

engkau bukan sekadar tempat sejarah,

engkau adalah ladang iman,

tempat Tuhan menanam damai.

 

Hari ini kami berdiri,

mengenang langkah para rasul,

melanjutkan api yang mereka nyalakan,

agar Injil tetap hidup dari generasi ke generasi.

 

Selamat HUT PI ke-171,

terpujilah Tuhan di Tanah Papua,

dari Mansinam sampai ujung negeri,

kasih-Nya kekal selamanya.

Post a Comment

0 Comments