Soroan, 29 Maret 2026 — Jemaat GKI Paulus Soroan melaksanakan Ibadah Minggu Sengsara VII dengan penuh khidmat dan sukacita melalui bentuk ibadah kontekstual etnik Maybrat yang dipersembahkan oleh Rayon Siloam.
Ibadah yang berlangsung pada Minggu pagi tersebut menghadirkan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari ungkapan iman jemaat. Seluruh warga Rayon Siloam berpartisipasi aktif dengan mengenakan pakaian adat Maybrat serta mempersembahkan puji-pujian dalam bahasa Maybrat. Kehadiran unsur budaya ini memberikan warna tersendiri dalam peribadahan, sekaligus menegaskan bahwa Injil dapat dihayati dan diwujudkan dalam konteks kehidupan dan budaya setempat.
Antusiasme jemaat terlihat nyata sepanjang rangkaian ibadah. Kebersamaan, kekompakan, serta semangat melayani yang ditunjukkan oleh warga Rayon Siloam menjadi cerminan iman yang hidup dan bertumbuh dalam persekutuan jemaat.
Ibadah dipimpin oleh Ketua PHMJ GKI Paulus Soroan, Pdt. Carolina M. Lulu, S.Th, yang dalam pelayanannya menyampaikan firman Tuhan sebagai penguatan iman bagi seluruh jemaat. Melalui pemberitaan firman, jemaat diajak untuk terus hidup dalam ketaatan dan pengharapan kepada Tuhan, khususnya dalam masa Sengsara yang mengingatkan umat akan pengorbanan Kristus. Pembacaan Firman Tuhan yang di ambil terdapat dalam kitab Injil Markus 14: 66-72 dengan Tema Kasih Kristus Memulihkan Kegagalan Iman
Melalui ibadah kontekstual ini, diharapkan jemaat semakin
menyadari pentingnya melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas,
sekaligus menjadikannya sarana untuk memuliakan Tuhan. Kebersamaan yang
terbangun dalam ibadah ini juga diharapkan terus mempererat persekutuan dan
meningkatkan semangat pelayanan di tengah jemaat GKI Paulus Soroan.
(Tim Redaksi Jemaat)


0 Comments
Tinggalkan Komentar di sini