Advertisement

Responsive Advertisement

Jadilah Teladan Iman Bagi Generasi Muda

 

SOROAN – Pemuda gereja dipanggil untuk mematahkan stigma negatif tentang usia muda melalui kualitas hidup yang nyata. Hal ini menjadi inti pesan dalam Ibadah Hari Doa Syukur (HDS) Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI di Tanah Papua yang dilaksanakan oleh PAM GKI Paulus Soroan, Klasis Ayamaru, pada Kamis (18/12/2025).

Ibadah yang berlangsung khidmat di Gedung Gereja Paulus Soroan ini dipimpin oleh Sym. Spenyer Naa selaku Majelis Pendamping PAM. Perayaan tahun ini mengusung tema sentral dari Sinode, yakni “Jadilah Teladan Iman Bagi Generasi Muda.”

Dalam khotbahnya yang didasari dari kitab 1 Timotius 4:12, Sym. Spenyer Naa menekankan bahwa menjadi teladan adalah kewajiban setiap anggota PAM. Ia menjelaskan bahwa teladan merupakan cerminan sifat dan sikap baik yang patut dicontoh oleh orang lain.

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, tingkah lakumu, kasihmu, kesetiaanmu, dan kesucianmu,” ujar Sym. Spenyer mengutip ayat Alkitab tersebut.

Beliau juga menyoroti fenomena sosial di mana orang muda sering kali dianggap kurang berpengalaman dan minim pengetahuan dibandingkan generasi tua. Namun, belajar dari sosok Timotius yang merupakan anak rohani Rasul Paulus, usia muda bukanlah penghalang untuk menjadi pemimpin dan teladan rohani.

“Orang muda punya kecenderungan ingin dihargai dan diakui, namun terkadang enggan menunjukkan sikap dewasa. Di dunia, harga suatu barang ditentukan oleh kualitasnya. Demikian juga kita, jika ingin dihargai dan tidak dipandang remeh, tunjukkanlah kualitas diri melalui sikap dan sifat yang pantas,” tegasnya dalam renungan singkat tersebut.

Di akhir khotbah, Majelis Pendamping mengajak seluruh anggota PAM GKI Paulus Soroan untuk berkomitmen menjaga empat aspek utama dalam hidup: menjaga perkataan, mempraktikkan kasih, menunjukkan kesetiaan dalam pelayanan, serta menjaga kesucian hidup di tengah tantangan zaman.

Perayaan HDS ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi generasi muda di Klasis Ayamaru untuk terus berdampak positif dan menjadi terang bagi sesama, membuktikan bahwa kaum muda adalah tulang punggung gereja yang tangguh dan berintegritas.

Post a Comment

0 Comments