Advertisement

Responsive Advertisement

Perayaan Natal PKB Klasis GKI Ayamaru di Gereja Getsemani Fiane: Meneguhkan Peran Bapak sebagai Pelindung Rohani Keluarga

 

MAYBRAT – Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Klasis GKI Ayamaru menggelar ibadah perayaan Natal yang berlangsung khidmat di Gereja Gecemani Fiane pada hari minggu 28 desember 2025. Momentum kelahiran Sang Juru Selamat ini dihadiri oleh ratusan keterwakilan anggota PKB dari setiap jemaat di lingkungan Klasis Ayamaru, serta tamu undangan dari berbagai denominasi gereja.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Maybrat, yakni Kepala Kesbangpol, Bapak Yosias Safkaur. Turut hadir pula para Ketua PHMJ dari jemaat-jemaat di wilayah Klasis Ayamaru guna memberikan dukungan spiritual bagi kaum Bapak.

Refleksi Natal: Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga Ibadah perayaan Natal ini dipimpin langsung oleh Ketua Klasis GKI Ayamaru, Pdt. Abraham Semunya, S.Si, Teol. Dalam refleksi yang merujuk pada pembacaan Yesaya 9:5 dan Injil Matius 18:25, Pdt. Semunya menyoroti Tema Natal Nasional: "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Matius 1:21-24)".

Sejalan dengan tema tersebut, sub-tema yang diangkat dalam perayaan ini adalah: "Melalui Perayaan Natal, Kita Tingkatkan Iman dan Keteladanan Bapak sebagai Pelindung Rohani dalam Keluarga."

Dalam khotbahnya, Pdt. Semunya menegaskan bahwa Matius 1:21–23 merupakan pengingat bahwa kelahiran Yesus adalah bukti nyata kasih Allah yang tidak berbatas bagi dunia. Menurutnya, Yesus bukan hanya sekadar bayi di palungan, melainkan pembawa keselamatan kekal.

“Keselamatan yang diberikan Tuhan bukanlah sementara, melainkan kekal, abadi, dan sempurna,” tegas Pdt. Semunya dalam pesannya. Beliau menambahkan bahwa Natal seharusnya tidak hanya dirayakan sebagai tradisi atau pesta semata, tetapi sebagai momentum pengingat bahwa Allah rela turun tangan menebus dan memulihkan ciptaan-Nya.

Makna Immanuel di Tengah Kesukaran Lebih lanjut, Pdt. Semunya menjelaskan makna mendalam dari "Immanuel" atau Allah yang menyertai kita. Ia menekankan bahwa penyertaan Tuhan itu nyata dan hadir di setiap musim kehidupan manusia, baik dalam suka maupun duka.




“Penyertaan Allah tidak terbatas oleh keadaan. Kalau saudara sakit, Tuhan menyembuhkan. Kalau menghadapi penganiayaan, Tuhan memberi kekuatan. Ketika kita mengalami kesusahan, Tuhan memberikan sukacita dari sorga,” pesannya di hadapan para anggota PKB.

Pesan ini menjadi panggilan khusus bagi para bapak di Klasis Ayamaru untuk menjadi cerminan kasih Allah di dalam rumah tangga—menjadi sosok yang mampu memberikan perlindungan rohani dan pengharapan bagi istri dan anak-anak, meneladani kasih Kristus yang sempurna.

Acara ditutup dengan penuh sukacita, mempererat tali persaudaraan antar jemaat dan denominasi gereja di wilayah Ayamaru.

Post a Comment

0 Comments