Advertisement

Responsive Advertisement

Pesan dan Kesan Natal dari Yosias Safkaur menghimbau Jagan Jual Tanah Di Maybrat

 

Perayaan Natal Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Tingkat Klasis Ayamaru di Jemaat Getsemani Fiane, Minggu 28 Desember 2025

Sebelum memulai sambutan,Yosias Safkaur Kepala Kesbangpol Maybrat mewakili Bupati Maybrat dan juga hadir dalam kapasitas sebagai Wakil Ketua Klasis Ayamaru menyapa dan mengecek kehadiran utusan Bapak-bapak atau PKB dari setiap setiap jemaat

"Syalom, Selamat Natal bagi kita semua. Sebelum saya menyampaikan pesan dan kesan, saya ingin melihat semangat Bapak-bapak sekalian. Mohon ijin, saya cek kehadiran utusan dari setiap jemaat.

Kehadiran Bapak-bapak hari ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk kita mengevaluasi seluruh program pelayanan, baik di lingkungan Gereja maupun Pemerintah. Di penghujung Tahun Kesehatian 2025 ini, mari kita jujur pada diri sendiri: Apakah selama setahun ini kita sudah benar-benar sehati dan sepikir dalam mengambil kebijakan dan menjalankan program? Ataukah kita masih berjalan sendiri-sendiri?"


"Bapak-bapak adalah Imam dalam keluarga. Sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah, laki-laki PKB harus mampu mengambil keputusan mandiri yang benar, bukan sekadar ikut-ikutan.

PKB Klasis Ayamaru harus tampil sebagai pribadi yang:

Terhormat dan Bermartabat: Menjaga nama baik keluarga dan gereja.

Bijaksana: Dalam bertindak dan berucap.

Teladan: Menjadi contoh nyata bagi istri, anak-anak, dan masyarakat luas."

"Menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Maybrat dan Klasis menghimbau dengan sangat kepada seluruh pemimpin gereja dan warga jemaat untuk menjaga situasi keamanan.

Saat ini, tantangan di wilayah Maybrat sangat besar dengan masuknya minuman beralkohol, narkoba, hingga ganja. Bagaimana mungkin kita membangun gedung gereja yang megah jika kenakalan remaja dan penyakit sosial justru semakin meningkat?

Pemerintah telah berkomitmen:

Mendukung bantuan pembangunan gereja-gereja.

Memberikan insentif kepada para Pelayan Firman.

Sebagai timbal baliknya, kami meminta para pemimpin gereja untuk lebih ketat mengontrol peredaran miras di wilayah pelayanannya. Jangan segan untuk melaporkan kepada pihak berwajib jika ada peredaran barang haram tersebut di lingkungan kita."

"Kita akan segera meninggalkan Tahun Kesehatian 2025 dan memasuki Tahun 2026 sebagai Tahun Kepedulian. Ada dua poin penting yang harus kita tanamkan:

Peduli Sesama: Mari kita perhatikan mereka yang terpinggirkan dan mereka yang selama ini tidak mendapat perhatian.

Peduli Lingkungan & Tanah Ulayat: Ini adalah pesan yang sangat serius. Jangan jual tanah di Maybrat! Tanah Papua yang indah ini adalah ciptaan Tuhan untuk anak cucu kita. Jika kita menjual tanah, itu sama saja dengan menjual harga diri dan identitas kita sendiri. Gunakan sistem kontrak jika perlu, tapi jangan pernah melepaskan hak milik tanah kita. Mari kita jaga alam ini."

"Demikian pesan dan kesan Natal yang dapat saya sampaikan. Semoga damai Natal membawa perubahan karakter bagi kita kaum bapak untuk menjadi lebih baik di tahun 2026. Tuhan Yesus, Kepala Gereja, memberkati kita sekalian."

 

Selamat Natal 2025 dan Menyongsong Tahun Baru 2026.

Post a Comment

0 Comments