Advertisement

Responsive Advertisement

Bekerja Menyatu Memperlihatkan Kepedulian Tuhan

Pada hari Minggu, 15 Februari 2026, Jemaat GKI Paulus Soroan melaksanakan Ibadah Minggu Kesengsaran Pertama yang dipimpin oleh Ketua Jemaat, Pdt. Carolina M. Lulu, S.Th

Dalam khotbahnya, beliau mengajak seluruh warga jemaat untuk merenungkan dan mengintrospeksi diri serta mengenang kembali penderitaan Tuhan Yesus Kristus. Penderitaan Yesus bukan sekadar kisah kesedihan, melainkan bukti nyata bahwa Allah peduli kepada manusia yang berdosa. Allah tidak tinggal diam melihat umat-Nya menderita akibat dosa. Ia senantiasa bekerja, bertindak, dan bahkan terlibat langsung dalam kehidupan manusia. Inilah wujud kepedulian Allah: Ia sendiri yang mengerjakan keselamatan, Ia sendiri yang hadir dan tinggal di dalam manusia untuk memulihkan dan membebaskan.

Pembacaan Alkitab: Keluaran 5:1–24

Firman Tuhan yang dibacakan dari Keluaran 5:1–24 memperlihatkan situasi bangsa Israel ketika mereka mengalami penindasan di Mesir. Jika pada minggu sebelumnya jemaat merenungkan tentang bangsa Niniwe dalam kitab Yunus, maka pada minggu ini jemaat diperhadapkan dengan bangsa Israel.

Pesan yang dapat dipahami adalah bahwa Allah tidak pilih kasih. Baik Niniwe maupun Israel berada dalam kepedulian Allah. Allah bekerja melampaui pikiran manusia, bahkan melampaui pemahaman Yunus yang tidak menghendaki keselamatan bagi Niniwe. Demikian pula dalam kisah Keluaran, Allah tidak tinggal diam melihat penderitaan Israel.

 Di tengah penindasan di Mesir, Musa dan Harun dengan penuh keberanian menyampaikan firman Tuhan kepada Firaun. Apa yang mereka sampaikan bukanlah suara pribadi, melainkan perintah dan ketetapan Tuhan: agar umat Israel diizinkan pergi untuk menyembah dan mempersembahkan korban kepada Allah.

 Permohonan itu bukan semata-mata tuntutan kebebasan dari penindasan, melainkan bagian dari rencana Allah untuk menyatakan bahwa Dia, Allah orang Ibrani — Allah Abraham, Ishak, dan Yakub — adalah Allah yang bekerja membebaskan umat-Nya.

 Dalam pemberitaan firman Tuhan tersebut, terdapat empat hal pokok yang dapat dipelajari:

1. Kepedulian Tuhan dimulai dari keberpihakan kepada yang tertindas.

Allah berpihak kepada mereka yang tertindas. Ia melihat penderitaan Israel dan bekerja dalam kepedulian-Nya untuk mendatangkan kebaikan, keselamatan, dan pembebasan.

2. Proses Tuhan tidak selalu mudah dipahami manusia.

Cara Tuhan bekerja tidak selalu seperti yang kita pikirkan. Diperlukan kesabaran dan kepercayaan. Setelah berdoa, kita belajar menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan dan menantikan jawaban-Nya. Proses Tuhan selalu indah pada waktunya.

3. Tuhan mengajak kita melihat dan terlibat dalam karya-Nya.

Allah mengundang kita untuk berjalan bersama, bekerja bersama, dan bertumbuh bersama. Di tahun kepedulian ini, jemaat diajak untuk semakin setia dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan.

4. Keluhan manusia tidak menghentikan karya Tuhan.

Sekalipun bangsa Israel berseru dalam penderitaan, Tuhan tetap mendengar jeritan mereka. Demikian juga hari ini, setiap pergumulan dan doa umat didengar oleh Tuhan. Telinga Tuhan tidak pernah tuli dan tangan-Nya tidak pernah kurang panjang. Ia akan menjawab menurut waktu dan kehendak-Nya.

Kiranya melalui Minggu Kesengsaran Pertama ini, seluruh warga jemaat semakin menyadari bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang peduli, hadir, dan terus bekerja mendatangkan keselamatan bagi umat-Nya.

Post a Comment

0 Comments