Advertisement

Responsive Advertisement

Minggu Sengsara Pertama

 Di awal langkah menuju salib-Mu,

langit seakan redup menahan pilu.

Di jalan berdebu tanah Yerusalem,

Engkau melangkah dengan kasih yang tak layu.


Sorak sorai pernah menyambut-Mu,

ranting palma terhampar di jalan-Mu.

Namun Engkau tahu, di balik pujian itu,

tersimpan badai yang kan mengguncang kalbu.

 Wahai Yesus Kristus,

lembut wajah-Mu menyimpan duka.

Engkau melihat cawan derita,

namun tak berpaling dari kehendak Bapa.

 

Di Minggu pertama sengsara-Mu,

kami belajar tentang setia yang teguh.

Tentang cinta yang rela terluka,

demi jiwa-jiwa yang rapuh dan berdosa.

 

Ajari kami memikul salib kecil kami,

dalam sunyi, dalam air mata tersembunyi.

Agar di setiap jejak langkah kami,

terpantul kasih-Mu yang suci dan abadi.

Post a Comment

0 Comments